Categories
Uncategorized

BEASISWA KADER NU BANYUWANGI TAHUN 2021

Beasiswa. Institut Agama Islam Darussalam bekerja sama dengan PCNU Banyuwangi membuka Beasiswa Kader NU Banyuwangi. Beasiswa ini dibuka untuk kader-kader NU yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan sarjana. Pemberian beasiswa ini sebagai bentuk apresiasi terhadap pelajar NU yang berprestasi, selain itu juga sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya kader.


Beasiswa Kader NU Banyuwangi memberikan prioritas pada bidang keilmuan Perbankan Syariah dengan jumlah kuota yang sudah disiapkan sebanyak 15 mahasiswa. Pendaftaran telah dibuka tercatat mulai tanggal 02 Agustus 2021 hingga 20 Agustus 2021. Calon mahasiswa yang akan mendaftar telah mendapatkan rekomendasi dari PCNU dan memenuhi syarat-syarat lain yang telah ditentukan, atau bisa menghubungi panitia penerimaan mahasiswa baru Institut Agama Islam Darussalam.
Selain itu Institut Agama Islam Darussalam juga menyediakan beberapa beasiswa lainnya, seperti Beasiswa Prestasi Akademik dan Beasiswa Kurang Mampu yang dibuka mulai tanggal 21-26 Agustus 2021. Beasiswa ini tersedia untuk seluruh program studi yang ada di Institut Agama Islam Darussalam. (Dina)

Dowload Beasiswa :

Categories
Info Terkini

Patuhi Prokes, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam laksanakan UAS.

Ujian Akhir Semester ( UAS ). Fakultas dakwah dan kumunikasi islam (FDKI) IAI Darussalam  Blokagung, dilaksanakan Sabtu tanggal 7 – 19 agustus 2021. UAS tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Terhitung selama 14 hari atau dua pekan UAS akan dilaksanakan. Alasan tahun ini berbeda dan memakan waktu 2 minggu,  karena UAS dibagi dua gelombang serta antara mahasiswa dari desa dan santri dipisah.

Mahasiswa desa di lokasikan di kampus 2 yang terletak di desa Sumberkembang Desa Kaligesing Kecamatan Tegalsari, dan mahasiswa santri di kampus 1 yaitu di area Pondok Pesantren Darussalam Desa Blokagung Tegalsari Banyuwangi. Diambil keputusan pemisahan desa dan santri tidak lain karena dalam masa pandemi.

IAI Darussalam Blokagung khususnya Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam yang mempunyai dua prodi, yakni Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dan Prodi Bimbingan Konseling Islam (BKI), dalam UAS juga terbagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama  untuk mahasiswa desa 7-12 Agustus, gelombang ke dua untuk mahasiswa santri 14-19 Agustus.

UAS tahun ini tidak hanya terjadi pemisahan saja antar mahasiswanya, tetapi juga dalam pelaksanaanya diwajibkan mematuhi protokol kesehatan yang ketat, mengingat kegiatan tersebut dilaksanakan secara tatap muka dimasa Pandemi Covid-19.

Categories
Info Terkini

46 Mahasiswa FDKI Ikuti Sidang Munaqosyah 2021

BLOKAGUNG-Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Institut Agama Islam (IAI) Darussalam, Blokagung, Banyuwangi, menggelar sidang munaqosyah (ujian skripsi) di kampusnya kompleks Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari.

Ujian Munaqosyah Program Studi BKI

Dalam ujian skripsi itu, diikuti 46 mahasiswa dari dua program studi (prodi) yang ada di FDKI IAI Darussalam, Blokagung, yakni Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI). “Ada 46 mahasiswa yang mengikuti sidang munaqosyah,” terang Dekan FDKI 2021, Agus Baihaqi, S.Ag., M.I.Kom.

Dari 46 mahasiswa yang mengikuti sidang munaqosyah itu, kata Agung, berasal dari Prodi KPI dan BKI, dengan rincian 11 mahasiswa Prodi KPI, dan 35 mahasiswa dari Prodi BKI. Untuk ujian digelar selama dua hari, yakni pada Sabtu dan Minggu (31/7-1/8/2021). “Untuk ujian dilakukan dengan menaati protokol kesehatan yang sangat ketat,” ujarnya.

Untuk menghindari adanya kerumunan, tambah dia, maka dalam sidang munaqosyah itu dilaksanakan di empat ruang. Keempat ruang itu, satu di ruang pertemuan rektorat, dan tiga ruang lainnya di Gedung al Haramain. “Dalam sidang munaqosyah ini yang di ruangan hanya tiga penguji dan mahasiswa yang sedang ujian skripsi,” katanya. Para mahasiswa yang mengikuti sidang munaqosyah ini, jelas dia, setelah sebelumnya melaksanakan penelitian dengan terjun langsung di masyarakat sesuai dengan disiplin keilmuannya. “Semua mahasiswa dalam mengerjakan skripsi ditekankan melakukan penelitian lapangan, ini untuk mempraktekkan keilmuannya,” ungkapnya.(Obi)

Categories
Uncategorized

Launching Ma’nawiyyah, laboratorium BKI IAIDA

Saat ini, kesehatan mental tidak kalah pentingnya dengan kesehatan fisik. Dalam lingkup akademik pun, sivitas akademika memerlukan jaminan kestabilan emosi sebagai support menjalankan proses akademik lebih optimal. Membaca kebutuhan tersebut, Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAI Darussalam Blokagung Banyuwangi membuka laboratorium Ma’nawiyyah.

Laboratorium dibawah naungan Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIDA ini tidak hanya melayani sivitas akademika IAIDA, namun santri pondok pesantren Darussalam secara keseluruhan serta masyarakat sekitar. Sesuai dengan harapan dari Ketua Prodi BKI IAIDA, Halimatus Sa’diah, S.Psi., “Besar harapan untuk Laboratorium Ma’nawiyyah, tidak hanya sebagai sarana pengembangan diri dari mahasiswa BKI IAIDA, namun juga Ma’nawiyyah nantinya dapat memberikan manfaat lebih luas melalui berbagai bentuk pelayanan kesehatan mental yang berbasis nilai-nilai islam”

Visi dan Misi Ma’nawiyyah disampaikan oleh kaprodi dalam rapat pleno bersama jajaran rektorat IAIDA. Visi Ma’nawiyyah “Menjadi laboratorium bimbingan dan konseling yang memberikan pelayanan berbasis nilai-nilai islam”. Sedangkan Misi Ma’nawiyyah, yaitu (1) Menyelenggarakan program layanan dalam berbagai bidang yang berorientasi pada kesehatan mental, (2) Menjadi sarana bagi mahasiswa BKI IAIDA untuk mengembangkan kemampuan dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling islam, dan (3) Memfasilitasi sivitas akademika dalam proses penelitian di bidang bimbingan dan konseling islam. Selanjutnya, Ma’nawiyyah akan membuka kesempatan untuk menjadi bagian dari tim Magangers 1.0 untuk mahasiswa BKI minimal semester 4.

Categories
Uncategorized

Prodi BKI Rumuskan Konseling Berbasis Pesantren

PAKAR Konseling dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Dr. Agus Santoso, S.Ag., M.Pd., mengaku tertarik dengan Institut Agama Islam (IAI) Darussalam, Blokagung, Banyuwangi, yang telah mendeklarasikan diri sebagai perguruan tinggi (PT) berbasis pesantren.

Saat menjadi narasumber dalam review kurikulum untuk Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah, IAI Darussalam, Blokagung, Dr. Agus Santoso menyampaikan potensi pesantren masih banyak yang belum dibedah. Ilmu-ilmu yang diajarkan di pesantren, perlu digali lebih dalam lagi. “Dalam bidang konseling, perlu menggali potensi pesantren itu,” katanya.

Konseling pesantren yang kini tengah digagas Prodi BKI di IAI Darussalam, dianggap langkah yang tepat dan luar biasa. Dan itu, harus ditunjang dengan mata kuliah yang berhubungan dengan konseling itu. “Banyak kitab-kitab yang berisi konseling, itu bagus sekali. Konseling Pesantren ini akan menjadi ciri khas dari BKI IAI Darussalam Blokagung, top banget,” cetusnya.

Sebagai penunjang dari kegiatan di Prodi BKI, Dr. Agus Santoso mengingatkan perlunya laboratorium konseling. Diingatkan, laboratorium ini tidak perlu berada di ruangan, di mana saja bisa dilakukan. “Gak punya ruangan tidak apa-apa, dialam malah lebih bagus,” ujarnya.

Ketua Prodi BKI, FDKI IAI Darussalam Blokagung, Halimatus Sa’diah, S.Psi., menyampaikan “Perumusan visi dan misi, serta review kurikulum untuk Prodi BKI sudah menjadi kebutuhan untuk menjawab tantangan yang ada” ungkapnya. Dalam kesempatan review kurikulum untuk Prodi BKI, kaprodi sangat berterimakasih atas pengarahan dari Dr. Agus Santoso, “Kami menjadi lebih menyadari akan potensi yang dimiliki para dosen dan mahasiswa, sehingga kami yakin konseling pesantren menjadi kekhasan yang dimiliki BKI IAIDA dan semoga memberi manfaat luas bagi pesantren-pesantren di seluruh penjuru nusantara”. (Indana)

Categories
Info Terkini

Peminat Prodi KPI Tinggi

PROGRAM Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), mempunyai peluang kerja cukup besar. Para lulusan di prodi ini bisa masuk di lembaga penyiaran, media, pemerintahan, politik, dan lainnya. Makanya, saat ini setiap penerimaan mahasiswa baru (PMB) peminatnya cukup besar.

Penegasan itu disampaikan oleh Ketua Umum DPP Asosiasi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Askopis), Dr. M. Zamroni, S.Ag., M.Si, saat memberi pembekalan dan review kurikulum yang digelar Fakultas Dakwah Institut Agama Islam (IAI) Darussalam, Blokagung, Banyuwangi pada Sabtu (17/7/2021).

Menurut Dr. M. Zamroni, di satu sisi melihat peluang kerja yang cukup besar, di sisi lain perkembangan komunikasi dan teknologi informasi yang cepat, ini menjadi tantangan bagi kalangan akademisi dalam menyiapkan mahasiswanya untuk siap pakai. “Beberapa tahun terakhir, pendaftar Prodi KPI di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) mencapai ribuan,  artinya prodi ini bagus,” cetus dosen FDKI UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta itu.

Untuk menciptakan kualitas mahasiswa, terang dia, penyiapan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan zaman, itu menjadi keharusan. Makanya, revitalisasi kurikulum itu hendaknya dilakukan antara dua hingga tiga tahun sekali. “Yang dilakukan FDKI dan Prodi KPI di IAI Darussalam Blokagung dengan melakukan review kurikulum ini tepat dan bagus sekali,” katanya.  

Selain menyiapkan kurikulum, langkah lain yang harus dilakukan mengadakan kerjasama dengan perguruan tinggi (PT) lain, dan kalangan praktisi yang berhubungan dengan komunikasi dan penyiaran. “Branding itu perlu, mengundang dosen terbang untuk memperkuat keilmuan juga perlu,” ujarnya.

Ketua Prodi KPI IAI Darussalam Blokagung, Masykur, S.Sos., MH., mengatakan dalam review kurikulum sengaja mengundang Ketua Umum DPP Askopis Dr. M. Zamroni, S.Ag., M.Si, ini menambah wawasan bagi peserta yang ikut dalam review kurikulum. “Perlu pandangan lain, maka kita undang Ketua Umum DPP Askopis secara online,” katanya.

Dalam review kurikulum ini, terang dia, banyak dasar yang dipakai. Di antaranya hasil tracer para alumni, dan perkembangan teknologi informasi yang cepat. “Ada perombakan kurikulum,” ungkapnya.(Amady)

Categories
Info Terkini

Merumuskan Visi – Misi Fakultas dan Prodi

FAKULTAS Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Institut Agama Islam (IAI) Darussalam, Blokagung, Banyuwangi, terus berbenah. Upaya untuk peningkatan kualitas para mahasiswa, dosen, dan memajukan kampus yang berbasis pesantren itu, juga terus dilakukan.

Di antara upaya itu, FDKI IAI Darussalam Blokagung merumuskan Visi dan Misi fakultas. Acara yang dilaksanakan di ruang pertemuan rektorat IAI Darussalam lantai 3 pada Kamis (15/7/2021) itu, dibuka oleh Rektor IAI Darussalam, Blokagung, KH. Ahmad Munib Syafaat, Lc., M.E.I.

Dalam acara yang digelar hingga Minggu (18/7/2021), juga melakukan review kurikulum untuk dua program studi (prodi) yang ada di FDKI, yakni Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), dan Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI).  

Dalam sambutannya, Rektor IAI Darussalam, Blokagung, KH. Ahmad Munib Syafaat, Lc., M.E.I. mengatakan visi dan misi di perguruan tinggi, dalam masa tertentu perlu dievaluasi. Ini untuk menyesuaikan dengan kondisi dan perkembangan zaman. “Saya apresiasi perumusan visi dan misi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam ini, ini sebuah kemajuan,” katanya.

Pria yang biasa disapa Gus Munib ini menaruh harapan besar pada FDKI. Para mahasiswa di Prodi KPI, diharapkan bisa menguasai teknologi informasi. Sehingga, mampu menyebarkan berita yang baik dan benar melalui berbagai media yang ada. “Sekarang ini eranya online, mahasiswa KPI harus bisa menguasai,” ujarnya.

Untuk Prodi BKI, Gus Munib berharap bisa mencetak konselor dan terapis yang handal, dengan pendekatan agama. “Ini banyak dibutuhkan, sekarang banyak masalah dan itu kompleks, juga banyak yang membutuhkan pendampingan untuk karier atau keluarga, di sini sarjana BKI bisa hadir,” ungkapnya.

Dekan FDKI IAI Darussalam, Blokagung, Agus Baihaqi, S.Ag., M.I.Kom., menyampaikan selama ini visi dan misi untuk FDKI, Prodi KPI dan Prodi BKI sudah ada. Kurikulum di FDKI untuk Prodi KPI dan BKI juga sudah tersedia. “Kita evaluasi sambl menyesuaikan di era sekarang,” katanya.

Dalam perumusan visi-misi, dan review kurikulum ini semua akan dievaluasi oleh peserta dari kepala prodi, para dosen, dan staf yang ada di lingkungan FDKI IAI Darussalam, Blokagung. “Untuk review kurikulum mata kuliah, ada yang dipertahankan, juga ada yang diganti,” jelasnya.(Oby)