Categories
Uncategorized

Launching Ma’nawiyyah, laboratorium BKI IAIDA

Saat ini, kesehatan mental tidak kalah pentingnya dengan kesehatan fisik. Dalam lingkup akademik pun, sivitas akademika memerlukan jaminan kestabilan emosi sebagai support menjalankan proses akademik lebih optimal. Membaca kebutuhan tersebut, Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAI Darussalam Blokagung Banyuwangi membuka laboratorium Ma’nawiyyah.

Laboratorium dibawah naungan Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIDA ini tidak hanya melayani sivitas akademika IAIDA, namun santri pondok pesantren Darussalam secara keseluruhan serta masyarakat sekitar. Sesuai dengan harapan dari Ketua Prodi BKI IAIDA, Halimatus Sa’diah, S.Psi., “Besar harapan untuk Laboratorium Ma’nawiyyah, tidak hanya sebagai sarana pengembangan diri dari mahasiswa BKI IAIDA, namun juga Ma’nawiyyah nantinya dapat memberikan manfaat lebih luas melalui berbagai bentuk pelayanan kesehatan mental yang berbasis nilai-nilai islam”

Visi dan Misi Ma’nawiyyah disampaikan oleh kaprodi dalam rapat pleno bersama jajaran rektorat IAIDA. Visi Ma’nawiyyah “Menjadi laboratorium bimbingan dan konseling yang memberikan pelayanan berbasis nilai-nilai islam”. Sedangkan Misi Ma’nawiyyah, yaitu (1) Menyelenggarakan program layanan dalam berbagai bidang yang berorientasi pada kesehatan mental, (2) Menjadi sarana bagi mahasiswa BKI IAIDA untuk mengembangkan kemampuan dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling islam, dan (3) Memfasilitasi sivitas akademika dalam proses penelitian di bidang bimbingan dan konseling islam. Selanjutnya, Ma’nawiyyah akan membuka kesempatan untuk menjadi bagian dari tim Magangers 1.0 untuk mahasiswa BKI minimal semester 4.

Categories
Uncategorized

Prodi BKI Rumuskan Konseling Berbasis Pesantren

PAKAR Konseling dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Dr. Agus Santoso, S.Ag., M.Pd., mengaku tertarik dengan Institut Agama Islam (IAI) Darussalam, Blokagung, Banyuwangi, yang telah mendeklarasikan diri sebagai perguruan tinggi (PT) berbasis pesantren.

Saat menjadi narasumber dalam review kurikulum untuk Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah, IAI Darussalam, Blokagung, Dr. Agus Santoso menyampaikan potensi pesantren masih banyak yang belum dibedah. Ilmu-ilmu yang diajarkan di pesantren, perlu digali lebih dalam lagi. “Dalam bidang konseling, perlu menggali potensi pesantren itu,” katanya.

Konseling pesantren yang kini tengah digagas Prodi BKI di IAI Darussalam, dianggap langkah yang tepat dan luar biasa. Dan itu, harus ditunjang dengan mata kuliah yang berhubungan dengan konseling itu. “Banyak kitab-kitab yang berisi konseling, itu bagus sekali. Konseling Pesantren ini akan menjadi ciri khas dari BKI IAI Darussalam Blokagung, top banget,” cetusnya.

Sebagai penunjang dari kegiatan di Prodi BKI, Dr. Agus Santoso mengingatkan perlunya laboratorium konseling. Diingatkan, laboratorium ini tidak perlu berada di ruangan, di mana saja bisa dilakukan. “Gak punya ruangan tidak apa-apa, dialam malah lebih bagus,” ujarnya.

Ketua Prodi BKI, FDKI IAI Darussalam Blokagung, Halimatus Sa’diah, S.Psi., menyampaikan “Perumusan visi dan misi, serta review kurikulum untuk Prodi BKI sudah menjadi kebutuhan untuk menjawab tantangan yang ada” ungkapnya. Dalam kesempatan review kurikulum untuk Prodi BKI, kaprodi sangat berterimakasih atas pengarahan dari Dr. Agus Santoso, “Kami menjadi lebih menyadari akan potensi yang dimiliki para dosen dan mahasiswa, sehingga kami yakin konseling pesantren menjadi kekhasan yang dimiliki BKI IAIDA dan semoga memberi manfaat luas bagi pesantren-pesantren di seluruh penjuru nusantara”. (Indana)